Senin, 27 Desember 2021

PUBLIC RELATIONS DUNIA

 

TOKOH PUBLIC RELATIONS  DUNIA



Edward L. Bernays & Doris E. Fleischman

 

Edward L. Bernays dan Doris E. Fleischman. Salah satu pesaing Ivy Lee dalam mendapatkan pengaruh dan bisnis pada era 1920-an adalah Edward L. Bernays. Sebelum Perang Dunia I, Bernays pernah bekerja sebagai agen pers. Semasa bekerja untuk Creel Committee selama perang, pikirannya selalu sarat dengan mimpi tentang kemungkinan mendapatkan pekerjaan tetap dari apa yang disebutnya sebagai “rekayasa persetujuan publik.” Bemays dianggap berjasa dalam menemukan istilah “public relations counsel” dalam“Crystalizing Public Opinion”, buku pertama tentang PR pada 1923.Ia merintis lebih banyak bidang baru ketika memberi kuliah PR pertama di New York University. Bernays melanjutkan perannya sebagai pengarang, dosen, advokat, dan kritikus hingga memasuki dekade 1990-an. Majalah Life mencanturnkan Bernays dalam edisi khusus 1990, “The 100 Most Important Americans of the 20th Century.” Ia meninggal dunia pada 9 Maret 1995 pada usia 103 tahun.

Bernays menikah dengan Doris E. Fleischman pada 1922. Mereka bersama-sama mengelola firma Edward L. Bernays, Counsel on Public Relations, hingga resmi pensiun dari praktek aktif pada 1962. Sang isteri meninggal pada 1980. Mereka memberi konsultasi bagi perusahaan-perusahaan besar, badan pemerintahan, dan Presiden AS mulai dari Calvin Coolidge hingga Dwight Eisenhower, dengan Bernays sebagai bintang dalam sebagian besar tugas.Meski dipandang sebagai mitra sejajar Bernays dalam perusahaan, dengan menciptakan jurnal hubungan masyarakat pertama dan bekerja sama dengan Bernays dalam mengembangkan istilah public relations counsel, Fleischman berjuang untuk persamaan profesional karena ia seorang wanita. Sebagai contoh, dalam salah satu dari dua bukunya ia menulis:

“Banyak pria tidak suka bila wanita mengatakan apa saja yang harus mereka lakukan dalam bisnis. Mereka juga tidak suka manakala sesama pria yang mengatakannya, tetapi nasihat dari wanita dianggap merendahkan. Saya belajar untuk menarik diri dari suatu situasi jika jenis kelamin konsultan hubungan masyarakat dipermasalahkan, atau jika usulan harus dipisahkan dari masalah jenis kelamin. Jika pertimbangan utama gagasan dikaitkan dengan jenis kelamin saya, mungkin gagasan itu tidak akan pernah dinilai demi gagasan itu sendiri.”

Fleischman merupakan feminis muda yang setelah menikah dengan Bernays tetap memakai nama belakangnya sendiri jauh sebelum hal ini dapat diterima masyarakat. Selama tiga dekade Fleischman mendaftarkan diri di hotel, dan dua kali di rumah sakit bersalin, sebagai “Nona Doris E. Fleischman,” dan pada 1925 ia menerima paspor AS untuk wanita menikah dengan nama belakangnya sendiri. Nama itulah yang dipakainya dalam buku 1928 yang disuntingnya untuk karier bagi wanita, juga di artikel tujuh majalah dan bab-bab buku yang diterbitkannya antara 1930 dan 1940.

Buku Bernays terbit menyusul “Public Opinion” karya Walter Lippman yang terbit pada 1922, sebagai buku yang mencerminkan peningkatan perhatian terhadap kekuatan dan hakikat opini masyarakat. Pada tahun-tahun sebelum 1917, hanya ada 18 buku tentang opini masyarakat dan publisitas yang diterbitkan. Setidaknya ada 28 judul yang muncul antara 1917 dan 1925.

Perhatian para cendekiawan juga bermuasal dari periode ini. Ilmuwan sosial mulai mengeksplorasi hakikat opini masyarakat dan peran komunikasi massa dalam pembentukannya. Walaupun metode pengukuran opini belum muncul sebelum era 1930-an, karya pasca perang ilmuwan sosial banyak berperan dalam perkembangan riset pasar, jajak pendapat opini masyarakat, dan ilmu komunikasi.

 

 

Nama  : Oktavivi Galuh Pratiwi

NIM     : 201911033

Prodi   : Perhotelan / Semester 5


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIC RELATIONS DUNIA

  TOKOH PUBLIC RELATIONS   DUNIA Edward L. Bernays  &  Doris E. Fleischman   Edward L. Bernays  dan  Doris E. Fleischman . Salah...