TOKOH PUBLIC RELATIONS DUNIA
Edward L. Bernays & Doris E. Fleischman
Edward L. Bernays dan Doris E.
Fleischman. Salah satu pesaing Ivy Lee dalam mendapatkan pengaruh dan
bisnis pada era 1920-an adalah Edward L. Bernays. Sebelum Perang Dunia I,
Bernays pernah bekerja sebagai agen pers. Semasa bekerja untuk Creel Committee
selama perang, pikirannya selalu sarat dengan mimpi tentang kemungkinan
mendapatkan pekerjaan tetap dari apa yang disebutnya sebagai “rekayasa
persetujuan publik.” Bemays dianggap berjasa dalam menemukan istilah “public
relations counsel” dalam“Crystalizing Public Opinion”, buku
pertama tentang PR pada 1923.Ia merintis lebih banyak bidang baru ketika
memberi kuliah PR pertama di New York University. Bernays melanjutkan perannya
sebagai pengarang, dosen, advokat, dan kritikus hingga memasuki dekade 1990-an.
Majalah Life mencanturnkan Bernays dalam edisi khusus 1990, “The 100 Most
Important Americans of the 20th Century.” Ia meninggal dunia pada 9 Maret
1995 pada usia 103 tahun.
Bernays menikah dengan Doris E. Fleischman pada 1922. Mereka bersama-sama mengelola firma Edward L. Bernays, Counsel on Public Relations, hingga resmi pensiun dari praktek aktif pada 1962. Sang isteri meninggal pada 1980. Mereka memberi konsultasi bagi perusahaan-perusahaan besar, badan pemerintahan, dan Presiden AS mulai dari Calvin Coolidge hingga Dwight Eisenhower, dengan Bernays sebagai bintang dalam sebagian besar tugas.Meski dipandang sebagai mitra sejajar Bernays dalam perusahaan, dengan menciptakan jurnal hubungan masyarakat pertama dan bekerja sama dengan Bernays dalam mengembangkan istilah public relations counsel, Fleischman berjuang untuk persamaan profesional karena ia seorang wanita. Sebagai contoh, dalam salah satu dari dua bukunya ia menulis:
“Banyak pria tidak suka
bila wanita mengatakan apa saja yang harus mereka lakukan dalam bisnis. Mereka
juga tidak suka manakala sesama pria yang mengatakannya, tetapi nasihat dari
wanita dianggap merendahkan. Saya belajar untuk menarik diri dari suatu situasi
jika jenis kelamin konsultan hubungan masyarakat dipermasalahkan, atau jika
usulan harus dipisahkan dari masalah jenis kelamin. Jika pertimbangan utama
gagasan dikaitkan dengan jenis kelamin saya, mungkin gagasan itu tidak akan
pernah dinilai demi gagasan itu sendiri.”
Fleischman merupakan feminis muda
yang setelah menikah dengan Bernays tetap memakai nama belakangnya sendiri jauh
sebelum hal ini dapat diterima masyarakat. Selama tiga dekade Fleischman
mendaftarkan diri di hotel, dan dua kali di rumah sakit bersalin, sebagai “Nona
Doris E. Fleischman,” dan pada 1925 ia menerima paspor AS untuk wanita menikah
dengan nama belakangnya sendiri. Nama itulah yang dipakainya dalam buku 1928
yang disuntingnya untuk karier bagi wanita, juga di artikel tujuh majalah dan
bab-bab buku yang diterbitkannya antara 1930 dan 1940.
Buku Bernays terbit
menyusul “Public Opinion” karya Walter Lippman yang
terbit pada 1922, sebagai buku yang mencerminkan peningkatan perhatian terhadap
kekuatan dan hakikat opini masyarakat. Pada tahun-tahun sebelum 1917, hanya ada
18 buku tentang opini masyarakat dan publisitas yang
diterbitkan. Setidaknya ada 28 judul yang muncul antara 1917 dan 1925.
Perhatian para cendekiawan juga
bermuasal dari periode ini. Ilmuwan sosial mulai mengeksplorasi hakikat opini
masyarakat dan peran komunikasi massa dalam pembentukannya. Walaupun metode
pengukuran opini belum muncul sebelum era 1930-an, karya pasca perang ilmuwan
sosial banyak berperan dalam perkembangan riset pasar, jajak pendapat opini
masyarakat, dan ilmu komunikasi.
Nama : Oktavivi Galuh
Pratiwi
NIM : 201911033
Prodi : Perhotelan / Semester 5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar